by: Madhes Ai Part 1 Cahaya pagi menelusuk kaca sebuah kamar di pinggiran kota. Sinar hangatnya membangunkan perempuan yang masih terbaring lelap di penjagaannya. Mata sendunya membuka perlahan, menjelajahi ruangan sepetak yang kini menjadi tempat berteduh dari hujan dan panas. Ia sedikit terkejut ketika melihat jarum jam tepat pada angka delapan namun lagi-lagi ia mengurungkan niatnya untuk bangun. Dipejamkan kembali kedua matanya sebagai tanda ia tak mau menyapa hari. “Jadilah orang seperti kopi!” Rangkaian kata tiba-tiba muncul di alam bawah sadarnya, sontak ia terperanjat lalu ia bangun dari tempat pembaringan. Bibirnya mengulum seutas senyum mengingat akan suatu senja yang pernah dilaluinya bersama orang-orang yang sedang menapaki jalan untuk mendapatkan apa yang sudah direncanakan masing-masing. “ Thanks kak, atas nasihatmu waktu itu meskipun belum sepenuhnya aku paham.” “Win, kamu sadar? Tidak sedang mengigau?” “Iya, ada yang salah?” “Ya tidak, aku hanya heran kena...
Komentar
Posting Komentar