Postingan

Persembahan Terkahir

         “Siapa nama kamu?” gertak pria bermata bulat.          “Khairatun Nisa.” Jawab Nisa.          “Kamu menantang saya?”          “Maaf, saya tidak bermaksud menantang kakak.”          “Maaf? Kamu tahu kesalahan kamu di mana?” Nadanya semakin meninggi.          “Ya saya tahu, kesalahan saya memakai jilbab.”           “Kalau kamu tahu aturan, kenapa kamu melakukannya. Kamu ini punya otak atau tidak? Pikir dong , mikirnya pakai otak, jangan pakai dengkul!” cecar sang pria yang tahun ini menjabat sebagai ketua OSIS (Organisasi Siswa Intera Sekolah).           Semua mata tertuju pada Nisa, memandangnya dengan penuh tatapan nanar. Lagi-lagi ada...

Munajat Senja

Raja siang mulai terbenam  Di balik awan putih  Cahaya senja semakin meredup Sang rembulan perlahan menyapa malam  Seruan untuk menghadap-Mu Bergema di seluruh penjuru kota Kini, aku tersungkur dalam kesendirian Berbalut kerinduan yang tak dapat kugambarkan Sungguh, detik-detik seperti ini sangat kudambakan Meski, aku terpojok dalam ruangan yang hampa Namun, entah mengapa jiwa ini diliputi rasa bahagia Ada kedamaian di dalamnya  Ada kehangatan dalam qalbu Ada kesejukan dalam fikiran Ah, Aku tak sabar ingin bertemu dengan-Mu Tapi, Aku sadar Aku belumlah siap Cintaku pada-Mu masih begitu dangkal Namun, Entah mengapa? Saat gorden malam terbuka  Aku diliputi rasa yang tak pernah bisa kulukiskan Rasa yang tak mampu kurangkai dengan kata Betapa teririsnya hati ini  Saat aku merindukan pelukan-Mu Ya Allah... Sungguh aku mencintai-Mu Ada ketenangan saat aku menyebut asma-Mu  Ampuni aku, yang belum mencintai-Mu dengan sempurna Bimbin...

Aku Rindu Dekapan-Mu Rabb

Kehampaan hidup yang tak pernah bisa kugambarkan  Saat aku tak berada di sisi-Nya Rasa sepi yang tak kan pernah mampu kulukiskan  Ketika qalbu ini jauh dari asma-Nya Seberapa lama aku menanggalkan waktu tuk menemui-Nya Seberapa lama aku berpaling akan garisan tangan-Nya Sungguh rasa bersalah yang selalu menghantui ketika hari-hari kelam menyapa kesendirian  Saat kutemukan Cinta-Nya Pedang tajam selalu menghadang Saat aku mulai meraih Kasih-Nya Slide-Slide hitam selalu menertawakan  Sungguh aku ingin berjuma dengan-Nya Namun, aku belum memiliki apapun untuk-Nya Sungguh kurindukan detik-detik bersama-Nya Hingga rindu ini membelenggu leherku  by: Tri J. Aisyah

CIREUNDEU

40 hari telah berlalu 40 hari kujalani apa yang digariskan oleh-Mu 40 hari aku belajar menerima suratan-Mu 40 hari aku mengubur keinginanku Cirendeu Begitu sejuk kau di qalbuku Nuansa alam yang amat sangat damaikan jiwa yang sedang galau Menorehkan langkah mengukir cita dan cinta Cireundeu Bersamamu kuukir cerita Bersamamu kujalain saudara Bersamamu kulukis asa Cireundeu Kau ajarkan aku kesabaran Kau ajarkan aku keprihatinan Kau kenalkan aku pada kesungguhan  Kau pertemukan aku dengan senyuman  Ya Rabb Sungguh Maha Dahsyat segala Karunia-Mu Kau balut aku dengan cinta-Mu  Lewat cinta-kasih orang-orang yang kau pilihkan untukku by:  Tri J. Aisyah

Mihrab Sang Pencari Cinta

Tuhan.... Betapa murahnya kasih sayang-Mu Padahal aku dua malam tak mengunjungi-Mu Dua Malam aku tak berlutut dalam mihrab-Mu Namun Engkau masih mencintaiku Ah...  Andaikan Kau beriku kesempatan lagi  Tuk merasakan cinta dari seorang hamba-Mu Ya, Hamba yang Engkau Cintai dan berada dalam Ridha-Mu Mungkin Engkau belum memercayaiku tuk menjaganya  Tuhan... Andaikan Engkau tak mengirim imam kepadaku Janganlah Engkau biarjan hati ini terus merindu Pada Cinta yang Engkau bendu Biarlah aku tenggelam dalam pelukan-Mu Tuhan... Aku tahu Aku mencintaimu baru sebatas angan-angan dan kata Aku belum bisa mencintaimu seperti hamba yang Engkau kasihi  Kadang aku iri dengan mereka  Mereka begitu memasrahkan segalanya hanya pada-Mu Tuhan... Terangilah pikiranku dengan ilmu-Mu Sinarilah qalbuku dengan cahaya cinta-Mu Alirkanlah cahaya dalam darahku Basuh aku dengan cahaya kesucian-Mu 22 Maret 2013         ...

Peuceul Kuli Tinta

Alunan suara merdu sang bintang yang dikontaminasi berbagai macam suara, melengking hiasi sang mentari mengepulkan asap panasnya ke permukaan   bumi. Kurasakan kini udara tak bersahabat lagi. Aroma kecut, wajah kusut, hati kalut berkumpul di ruangan yang cukup sempit. Resikonya aku dan yang lainnya harus berdesak – desakkan di saat proyeksi ataupun rapat yang lainnya. Namun entah kenapa di tempat ini aku menemukan sebuah ketenangan. Aku bisa merasakan kehangatan kasih sayang dari orang – orang di sekelilingku. Berbeda jauh   saat aku berada di rumah Omku. Walau rumah itu megah nan mewah. Aku tak bisa merasakan bahwa aku berada di antara keluarganya. Di rumah itu   aku selalu merasa sepi. Bahkan aku telah mengalami gangguan kejiwaan yang ringan, tak lain ialah anxiety. Kecemasan itu selalu menghantui perasaanku. Aku telah te r lilit olehnya selama bertahun-tahun. Sampai kini belum ada yang bisa melepaskannya dari hidupku. Semua bayangan hitam di masa lalu telah membel...