Stammer Boy
“Wooy… ngelamun aje lu!”, Dita menepuk bahu Eka. “Dit, kamu keterluan! Hampir saja jantungku copot,” Darah Eka mulai naik ke ubun-ubun. “Hahaha sewot amat lu. Kenape, da masalah ma cowok lu?? Udah jangan terlalu di dramatisir hidup itu!” Dita tertawa kecil setengah mengejek sahabatnya yang lagi bengong dari tadi. “ So tahu amiiit sih Lu!,” Eka mendesis dengan gaya khas tatapan mata juteknya. “Huc…..h emang dasar cewek di mane-mane sifatnya sama aje. Jadi bingung deh gue”. Sambil bicara ia pun meninggalkan sahabat dari kecilnya yang sedang marah-marah gak jelas. Ditemani bisingan siswa Eka menerawang ke arah langit. Ia masih memikirkan kejadian tadi pagi. Bukan sekedar memikirkan peristiwa itu, namun ada rasa penasaran yang mendalam di lubuk hati Eka tentang cowok yang tabrakan sama dia. “Siapa ya Dia, ko saya baru lihat di sekolah ini??”, gumam hati gadis kota kembang itu. Otaknya terus berputar memikirka...